Rabu, 21 Februari 2018

MACAM - MACAM KALIGRAFI

Macam-macam Khoth Kaligrafi

Pengertian Khoth Kaligrafi

Ungkapan kaligrafi diambil dari kata Latin “kalios” yang berarti indah, dan “graph” yang berarti tulisan atau aksara. Dalam bahasa Arab tulisan indah berarti “khath” sedangkan dalam bahasa Inggris disebut “calligraphy”.
Arti seutuhnya kata kaligrafi adalah suatu ilmu yang memperkenalkan bentuk-bentuk huruf tunggal, letak-letaknya dan cara-cara penerapannya menjadi sebuah tulisan yang tersusun. Atau apa-apa yang ditulis di atas garis-garis sebagaimana menulisnya dan membentuknya mana yang tidak perlu ditulis, mengubah ejaan yang perlu diubah dan menentukan cara bagaimana untuk mengubahnya.
Sedangkan pengertian kaligrafi menurut Situmorang yaitu suatu corak atau bentuk seni menulis indah dan merupakan suatu bentuk keterampilan tangan serta dipadukan dengan rasa seni yang terkandung dalam hati setiap penciptanya.
Kaligrafi merupakan seni arsitektur rohani, yang dalam proses penciptaannya melalui alat jasmani. Kaligrafi atau khath, dilukiskan sebagai kecantikan rasa, penasehat pikiran, senjata pengetahuan, penyimpan rahasia dan berbagai masalah kehidupan. Oleh sebagian ulama disebutkan “khat itu ibarat ruh di dalam tubuh manusia”.
Macam-macam Kaligrafi Asasi
Dari penjelasan diatas, apa yang mereka sebut sebagai jenis jenis kaligrafi itu, sebenarnya bukan jenis jenis yang betul betul memiliki karakteristik sendiri. Banyak bentuk yang mirip satu sama lain, sehingga bisa dimasukkan dalam satu kategori saja. Maka pada perkembangan selanjutnya, secara alami, ada nama nama jenis kaligrafi yang unggul dan digunakan sampai sekarang, ada juga yang pelan pelan dilupakan orang.
Jenis jenis kaligrafi tersebut pada akhirnya menjadi paten dan memiliki kaidah kaidah masing masing. Jenis jenis kaligrafi tersebut yang masih dikenal pada masa kini antara lain :
1.  Kufi

Adalah jenis tulisan kaligrafi tertua yang dikenal dalam Islam. Dengan tulisan Kufi ini Al-Qurán pertama kali ditulis (dengan kufi sederhana yang disebut kufi masohif). Ciri utamanya adalah torehannya kaku bersudut, karena mulanya memang ditorehkan dengan pisau diatas tulang, batu batu, atau pelepah kurma.
Nama Kufi diambil dari nama kota Kufah di Irak, kota yang dibangun oleh Khalifah Umar bin Al-Khattab. Kaligrafi Kufi kemudian berkembang menjadi sangat indah pada masa Daulah Abbasiyah, dengan memasukkan unsur unsur hiasan dan ornamen khas kedalamnya.
Kufi asli memiliki ciri ciri tidak bertitik, dan tidak bersyakal serta dibiarkan asli tanpa hiasan. Sedangkan Kufi yang sudah berkembang, banyak mengambil bentuk bentuk yang lebih beragam, dan banyak digunakan dalam karya karya arsitektur, untuk menghiasi masjid, makam, dan istana raja raja.
https://arabiclattering.files.wordpress.com/2016/01/55600-khufisample.jpg?w=1269&h=634

2.   Naskhi

Jenis Tulisan ini muncul pada akhir abad ke 5 Hijriyah. Ini adalah jenis kaligrafi modifikasi dari tulisan Kufi dengan bentuk yang lebih lentur. Ia muncul mengiringi maraknya penulisan buku dan Al-Quran. Karena itu ia disebut “naskh” yang berarti naskah. Karena secara luas digunakan untuk “naskh al-Quran”. Pada awal kemunculannya, jenis kaligrafi ini disebut “badi’ ” . Kaidah kaidah kaligrafi ini di sempurnakan oleh al- Wazir Ibnu Muqlah.
Kaligrafi Naskhi ini memiliki karakteristik lembut, dan jelas dibaca. Apalagi bila kemudian diberi syakal dan titik. Naskhi tidak digunakan dalam bentuk “tarkib” (bertumpuk tumpuk seperti halnya Tsuluts), melainkan datar mengikuti garis. Pada masa belakangan, gaya naskhi menjadi tulisan baku untuk buku buku dan karya karya ilmiyah (termasuk untuk penulisan menggunakan mesin cetak dan komputer).
Kaligrafi jenis Naskhi ini biasanya diajarkan pertama kali sebelum mempelajari yang lain. Perlu latihan tekun dan banyak pengulangan untuk benar benar menguasainya.

https://i1.wp.com/innomuslim.com/image/data/BlogImage/News/naskhi.jpg

3.   Farisi / Nastaliq

Disebut FARISI karena ia muncul dan populer dinegeri negeri Persia (Farsi). Disebut TA’LIQ, karena cara penulisannya seperti gaya penulisan catatan kaki yang lazimnya miring kebawah dari kanan kekiri. Disebut NASTALIQ karena fungsinya mirip dengan Naskhi yaitu sebagai tulisan standar bagi buku buku pengetahuan (sampai hari ini buku buku pengetahuan berbahasa Persia dan website website mereka masih menggunakan Farisi disamping Sikasteh). Jadi Nasta’liq adalah gabungan dari kata Naskh dan Ta’liq.
Untuk menguasai tulisan ini pun sangat sulit dan perlu latihan yang banyak. Kadang kadang diperlukan dua mata pena untuk menuliskannya karena satu huruf memiliki ketebalan yang berbeda. Para Ustadz kaligrafi berkata :
 “Siapa yang belum menguasai kaligrafi Farisi dan Tsulutsy, maka ia belum disebut khattat”.
Berikut ini contoh Farisi  :
Kaligrafi Farisi berbunyi
kullu ilmin laisa fil qirthasi dhoo’   —  kullu syarrin jaawazal isnaini syaa’
“semua ilmu, yang tidak ditulis dikertas akan hilang  —  Semua kejahatan yang terulang dua kali akan tersiar “

4.   Tsulus

Ini adalah jenis kaligrafi yang paling gagah, mewah dan elegan. Sebagaimana dikatakan, tsuluts menjadi syarat bagi seseorang untuk digelari “khattaatkarena memang sangat sulit mempelajarinyaKaligrafi tsuluts dibagi 2 :
  • Tsuluts ‘aady atau tsuluts biasa. Ditulis menggunakan pena berukuran minimal 4 mm, ditulis dengan gaya biasa, jarang dibuat menjadi bentuk bentuk yang rumit.
  • Tsuluts jaliy ditulis dengan pena berukuran dua kali lipat tsuluts biasa, dan sering dikreasikan dalam bentuk bentuk yang rumit. Misalnya bentuk murokkab (bersusun susun), model ma’kus  atau mutanadzir (berpantulan), dan bentuk bentuk binatang.
Tsuluts biasa dan tsuluts jaly, tidak memiliki banyak perbedaan. Hanya ukuran pena saja yang membedakan keduanya. Karena itu tsuluts jali masih dianggap bagian dari tsuluts.
Tsuluts áady karya Usman Ozcay berisi maqolah tentang mencintai Allah
Tsuluts Jaliy (Jaliy Tsuluts) karya Dawud Bektasy dibentuk murokkab
(bertumpuk tumpuk) berbunyi : maa kaana Muhammadun abaa ahadin min rijalikum…)
Tsuluts jaliy ma’kus (berpantulan) karya Hasyim Muhammad berbunyi :
 

5.   Diwany

Jenis Kaligrafi ini sempat menjadi tulisan yang dirahasiakan oleh Daulah Usmaniyah karena keindahannya. Selanjutnya, setelah Sultan Muhammad Al Fatih berhasil menaklukkan Konstantinopel tahun 857 H, penggunaan Diwany mulai dipublikasikan meski terbatas pada penulisan diwan diwan resmi (pembukuan dokumen) Kerajaan Usmaniyah. Dan dari situlah jenis kaligrafi ini memperoleh namanya.
Sering disebutkan, bahwa yang pertama kali meletakkan kaidah kaidah Diwany adalah Ibrahim Munif At Turki. Selanjutnya Diwany memiliki tiga aliran gaya yaitu : gaya Turki, gaya Mesir, dan gaya Baghdad. Keindahan Diwany terletak pada keluwesannya dan banyak menggunakan huruf huruf memutar.
Diwani
Diwany karya Taj Sirr Sayyid Ahmad.
Isinya hadis nabi : ayyuhan-naas inna lakum maálima fantahuu ilaa málimikum…dst
Diwany memiliki kreasi selanjutnya yang disebut diwany jaliy. Sebagian besar bentuk hurufnya mirip dengan diwany biasa, hanya saja hiasannya lebih “ramai”. Juga dibedakan dengan adanya mahkota mahkota di kepala kepala hurufnya. Penulisannya juga menggunakan pena berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan 2 mata pena : pena besar untuk tulisan dan pena kecil untuk hiasan.
Diwani Jaly meskipun mengambil nama “diwani”, ia harus dianggap sebagai jenis kaligrafi tersendiri karena bentuknya berbeda dengan diwani biasa. Hanya saja kebanyakan kaligrafer dan para peneliti, tidak menjadikan diwani jali sebagai jenis tersendiri karena dikembangkan oleh orang yang sama yang mengembangkan diwani biasa, antara lain Gazlan Bik. Berikut contoh  dan diwani jaliy :
Diwani Jali
Diwani Jali indah sekali karya Jalal Amin Solih berisi kutipan hadis :
“kalimatani khofifatani alal-lisan tsaqilatani fil mizan…dst”.

 

6.   Riq’ah

Riq’ah atau ruq’ah adalah tulisan yang sangat indah, tetapi sangat sederhana dan mudah dipelajari. Rata rata khattaat menguasai tulisan gaya ini. Hanya saja, karena watak tulisannya yang bisa ditorehkan dengan cepat, kaligrafi ini jarang benar benar diberikan roh sebagai sebuah karya seni.
Yang pertama meletakkan kaidah kaidahnya adalah Musytasyar Mumtaz Bik seorang pengajar kaligrafi Sultan Abdul Majid Khan seorang raja Dinasty Usmani pada tahun 1280 H. Kemudian kaidah kaidahnya disempurnakan oleh Muhammad Izzat At-Turky. Ciri khas riq’ah adalah tidak menggunakan harokat dan hiasan. Berikut ini contohnya :
Riq'ah
Riqáh Karya Abdurrahman Yusuf Hamid.
Berisi petikan hadis nabi tentang sayyidul istighfar.
–oo0oo–
Enam Ragam tulisan ini adalah jenis jenis Kaligrafi Islam yang merupakan yang paling populer sehingga disebut kaligrafi utama atau pilar utama kaligrafi. Pembagian kaligrafi menjadi 6 ini adalah yang dipegangi oleh banyak orang. Sebenarnya ada juga yang menambahkan ‘kaligrafi ijazah’ sebagai jenis ke 7, ada juga yang mengeluarkan “kaligrafi Farisi”  dari jenis kaligrafi utama karena dianggap bukan asli Arab.

MAINAN KIDS ZAMAN NOW

            MAINAN KIDS ZAMAN NOW
Hasil gambar untuk slime terkeren      
             Akhir-akhir ini ada trend yang sedang digandrungi oleh kaum millennial yaitu trend mainan baru bernama slime. Slime merupakan mainan unik yang terbuat dari bahan polimer yang berbentuk cairan dan biasanya ditambahkan larutan polivinil alkohol dan ion borat.
Kata kebanyakan orang, slime digunakan untuk pereda emosi. Bentuknya yang kenyal membuat orang gemas untuk terus meremas-remasnya sehingga emosi dapat tersalurkan. Tidak hanya itu slime juga berfungsi untuk menghilangkan kejenuhan atau bosan. Terutama bagi pelajar yang bosan mendengarkan guru atau dosen. Cukup dengan memainkan slime dengan meremas-remas maka rasa bosan pun akan tersalurkan.
Slime sendiri sudah ada sejak lama, namun baru populer akhir-akhir ini. Mainan kenyal ini memiliki banyak ragam dan warna. Ketika tengah populer, orang-orang beramai-ramai membelinya. Ada yang dengan alasan memang untuk penyalur emosi dan bosan, ada pula yang cuma karena ikut-ikutan.
Maraknya slime ini kemudian membuat orang juga mulai berpikir untuk membuatnya sendiri daripada beli. Tak sedikit orang yang mencari cara buat slime act, jelly slime, slime clear, hingga cara membuat slime dari shampo. Anda juga penasaran seperti apa sih bentuk slime ini? Daripada Anda penasaran simak penjelasan cara membuat slime di bawah ini. Cara membuat slime mudah saja.
Cara mudah dan aman membuat slime
Kebanyakan orang membuat slime dengan menggunakan borax dan lem, namun kali ini kita akan mencoba cara mudah buat slime tanpa lem dan borax. Borax merupakan mineral yang biasa dijual sebagai produk pembersih. Borax sebenarnya hanya akan menyebabkan iritasi ringan tapi ada faktor lain yang membuat borax bahaya. Ketika kita menyentuh borax dalam jangka waktu yang lama, maka akan parah iritasinya. Apalagi jika kadar borax tinggi.
Maka dari itu kali ini kita akan membuat slime tanpa menggunakan borax dan lem.

1. Cara mudah buat slime tanpa lem dan borax

Bahan :
  1. Air bersih 400 ml
  2. Tepung kanji 2 gelas
  3. Pewarna makanan 2 sdt (Warna sesuai yang diinginkan)
  4. Minyak goreng 150 g
Cara membuat slime :
  1. Masukkan tepung kanji ke dalam wadah (baskom) lalu tambahkan air perlahan-lahan sambil diaduk (tangan atau sendok) agar tidak menggumpal.
  2. Tambahkan minyak goreng, sampai dirasa kenyalnya pas.
  3. Tambahkan pewarna ke dalam adonan.
Bagaimana? Ternyata mudahkan cara membuat slime sendiri. Namun tidak berhenti sampai disini saja. Ada banyak cara membuat slime sendiri. Setelah Anda tahu cara buat slime tanpa lem dan borax, Anda juga bisa mengetahui cara lain membuat slime dengan menggunakan lem.

2. Cara buat slime dari lem povinal atau lem fox


Ilustrasi lem fox
Lem povinal tentu merupakan lem biasa yang ada di rumah untuk kebutuhan sehari-hari. Anda punya lem povinal sisa di rumah? Anda bisa membuat slime dari lem tersebut lho. Bagaimana caranya? Simak berikut ini.
Bahan :
  1. Lem povinal 5 botol
  2. Air gelas
  3. Baking powder secukupnya
  4. Pewarna makanan 2 sdt
Cara membuat :
  1. Masukkan lem povinal ke dalam wadah (baskom) lalu tambahkan air secara perlahan sambil diaduk.
  2. Tambahkan pewarna makanan ke dalam adonan sambil tetap diaduk.
  3. Pindahkan slime ke dalam wadah tertutup. Diamkan selama 30 menit. Slime siap dimainkan.
  4. Selain lem povinal, Anda juga dapat menggunakan lem fox untuk membuat slime.

3. Cara buat slime dengan lem fox

Bahan :
  1. Lem fox 3 sdm
  2. Air 3 sdt
  3. Obat tetes mata 8 tetes
  4. Baking powder 1 sdt
  5. Babi oli sdt
  6. Sabun cair sdt
  7. Pewarna makanan 1 sdt
Cara membuat :
  1. Masukkan lem fox ke dalam wadah (baskom) dan air bersih sambil diaduk rata.
  2. Tambahkan baking powder ke dalam adonan. Aduk hingga rata.
  3. Tambahkan obat tetes mata, sabun cair, dan pewarna makan sambil diaduk. Aduk hingga rata.
  4. Tambahkan baby oil sambil diaduk. Aduk hingga rata.
  5. Jenis lain slime selanjutnya adalah slime clear. Slime clear ini merupakan jenis slime yang tidak berwarna alias jernih. Ini cara membuat slime clear.
Hasil gambar untuk slime clear

4. Cara membuat slime clear

Bahan :
  1. Lem bening (Jangan UHU)
  2. Garam
  3. Air hangat
  4. Gom
  5. Slime Activator
Cara membuat :
  1. Masukkan lem ke dalam wadah (baskom), tambahkan garam, lalu tambahkan air hangat baru kemudian di aduk hingga garam larut.
  2. Tambahkan gom ke dalam 2-3 tetes, aduk hingga rata dan sedikit menggumpal. Jika belum menggumpal tambahkan gom.
  3. Tambahkan 1-2 tetes slime activator atau hingga slime tidak menempel pada wadah.
Kini Anda sudah mengantongi 4 cara membuat slime yang mudah dan aman. Anda bisa membuat sendiri slime di rumah dengan aman dan mudah. Dalam cara yang ke-4, Anda menemui slime activator. Apa itu slime activator? Slime activator adalah bahan tambahan dalam pembuatan slime. Namun tidak semua slime membutuhkan slime activator. Berikut kami sajikan cara membuat slime activator.
Gambar terkait

Cara membuat slime activator

Bahan :
  1. Air
  2. GOM
Cara membuat :
  1. Masukkan GOM dalam wadah (botol kaca kecil)
  2. Tambahkan air. Tutup wadah lalu kocok hingga tercampur rata.
   GIMANA MUDAHKAN CARA MEMBUAT SLIME :)

Selasa, 20 Februari 2018

METODE MEMBACA AL-QUR'AN DARI KUDUS

Kitab Yanbu'a , Metode (Cara) Membaca , Menulis dan Menghafal Al-Qur’an .



Hasil gambar untuk YANBUA




Cara Membaca Al-Qur’an-Untuk bisa membaca Al-Qur'an dengan benar ada beberapathoriqoh (metode) yang di antaranya adalah dengan menggunakan thoriqoh Yanbu’a. Yanbu’a adalah sarana untuk belajar membaca, menulis dan menghafal Al-Qur'an dengan sistimatis dan praktis.

      A.    Histori Yanbua
Munculnya Yanbua adalah dari usulan dan dorongan alumni Pondok Tahfidh Yanbu'ul Qur'an, supaya mereka selalu ada hubungan dengan pondok di samping usulan dari masyarakat luas juga dari Lembaga Pendidikan Ma'arif serta Muslimat terutama dari cabang Kudus dan Jepara.

Mestinya dari pihak pondok sudah menolak, karena menganggap cukup metode yang sudah ada, tapi karena desakan yang terus menerus dan memang dipandang perlu, terutama untuk menjalin keakraban antara alumni dengan Pondok serta untuk menjaga dan memelihara keseragaman bacaan maka dengan tawakkal dan memohon pertolongan kepada Allah tersusun kitab Yanbua yang meliputi Thoriqoh Baca-Tulis dan Menghafal Al Qur'an.

B. Tujuan
1. Ikut andil dalam mencerdaskan anak bangsa supaya bisa membaca Al Qur'an dengan lancar dan benar.
2. Nasyrul Ilmi (Menyebarluaskan Ilmu) khususnya Ilmu Al-Qur'an.
3. Memasyarakatkan Al-Qur'an dengan Rosm Utsmaniy.
4. Untuk membetulkan yang salah dan menyempurnakan yang kurang.
5. Mengajak selalu mendarus Al-Qur'an dan musyafahah Al-Qur'an sampai khatam. Dan perlu diingat bahwa Yanbua adalah sebagai salah satu sarana untuk mencapai tujuan bukan sebagai tujuan.

C. Kelebihan Yanbu'a
Di antara kelebihan Yanbu’a adalah :
1. Tulisan disesuaikan dengan Rosm Utsmaniy
2. Contoh-contoh huruf yang sudah dirangkai semuanya dari Al-Qur'an.
3. Tanda-tanda baca dan waqof diarahkan kepada tanda-tanda yang sekarang digunakan di dalam Al-Qur'an yang diterbitkan di Negara-negara Islam dan Timur Tengah. Yaitu tanda-tanda yang dirumuskan oleh ulama' salaf.
4. Ada tambahan tanda-tanda baca yang untuk memudahkan.

D. Siapa yang boleh menggunakan dan mengajarkan Yanbua?
1. Yang boleh menggunakan Yanbu’a adalah semua ummat yang ingin bisa membaca Al Qur'an dengan lancar dan benar.
2. Yang bisa mengajar Yanbu'a adalah orang yang sudah bisa membaca Al-Qur'an dengan lancar dan benar. Adapun AlQur'an hanya bisa diajarkan oleh orang yang sudah Musyafahah Al Qur'an kepada Ahlil Qur'an.

E. Cara Mengajar Yanbu’a
1. Guru menyampaikan salam sebelum kalam dan jangan salam sebelum murid tenang.
2. Guru membacakan Chadlroh (hal. 46 Juz 1) kemudian murid membaca Fatichah dan do'a pembuka.
3.  Guru berusaha supaya anak aktiv serta mandiri / CBSA (Cara Belajar Santri Aktiv)
4.  Guru jangan menuntun bacaan murid tetapi membimbing dengan cara: 
a) Menerangkan pokok pelajaran (yang bergaris bawah)
b) Memberi contoh yang benar.
c) Menyimak bacaan murid dengan sabar, teliti dan tegas.
d) Menegur bacaan yang salah dengan isyarat, ketukan dls. dan bila sudah tidak bisa baru ditunjukkan yang betul.
e) Bila anak sudah lancar dan benar guru menaikkan halaman I sampai dengan beberapa halaman, menurut kemampuan murid.
f) Bila anak belum lancar dan benar atau masih banyak kesalahan jangan dinaikkan dan harus mengulang.
g) Waktu belajar 60 - 75 menit dan dibagi menjadi tiga bagian :
- 15-20 menit untuk membaca do'a, Absensi, menerangkan pokok pelajaran atau membaca secara klasikal.
-  30-40 menit untuk mengajar secara individu / menyimak anak satu persatu, Yang tidak / belum maju supaya menulis
-  10-15 menit memberi pelajaran tambahan (seperti : Fasholatan, Do'a, dls) nasihat dan do'a penutup.

Setiap halaman kebanyakan terdiri dari empat kotak :
1. Kotak I : Materi pelajaran utama, keterangannya diawali dengan tanda titik.
2. Kotak II: Materi pelajaran tambahan, keterangannya diawali dengan tanda segitiga
3. Kotak III: Materi pelajaran menulis, keterangannya diawali dengan tanda segi empat
4. Kotak IV : Tempat keterangan

# Kotak II ikut dibaca oleh murid, bila perlu diterangkan

# Kotak III untuk belajar menulis, bila perlu diterangkan (Tidak ikut dibaca)

Lokal yang ideal untuk TPQ adalah 2 1/2 x 3 1/2 m, jumlah murid 15 anak untuk juz 1 dan 2, untuk juz 3 ke atas 20 anak.



Hal. 13 Kotak III Mulai belajar Pegon yaitu : menulis bahasa Jawa/Indonesia dengan huruf Arab. Pegon ada dua : Pegon Jawa dan Pegon Melayu (Arab Melayu). Semestinya Pegon tidak ada charokat, charokat diganti dengan huruf. Fatchah diganti dengan Alif, Kasroh diganti Ya' dan Dlommah diganti Waw. Belajar menulisnya mengganti harokat.